Secara global, perubahan cuaca disebabkan oleh pemanasan global akibat dari meningkatnya gas CO2 yang mengakibatkan efek rumah kaca. Kita sering dipersalahkan karena penebangan hutan, padahal sesungguhnya penyebab gas CO2 tersebut adalah karena emisi CO2 yang dihasilkan industri negara maju.
Ketika air hujan dari ketinggian 2-3 km jatuh ke bumi, energi tumbukannya sangat besar sehingga mengakibatkan butiran tanah tercerai-berai. Hal ini akan mengakibatkan erosi dan pelumpuran yang akan mengakibatkan sedimentasi. Sedimentasi akan memperkecil kapasitas tampung sungai yang mengakibatkan luapan air sungai dan banjir.
Lain halnya dengan adanya tutupan hutan. Butiran air hujan akan tertahan oleh pepohonan. Ketika menyentuh tanah, energi kinetisnya sudah sangat melemah sehingga tidak mengakibatkan lepasnya butiran tanah.
Pohon dengan perakarannya yang besar dapat menembus tanah yang semula padat dan pejal. Rekahan ini akan memungkinkan air hujan dapat meresap masuk ke dalam tanah. Air hujan akan meresap ke dalam tanah dan akan keluar melalui mata air.
Akibatnya banjir tidak akan datang, bahkan sebaliknya di musim kemarau, air tetap keluar dari mata air, sehingga sungai tetap berair, tidak mengering.
Air yang masuk ke dalam tanah akan keluar berupa mata air yang dapat menunjang hidup manusia. Dengan banyaknya pohon atau hutan, ketika air hujan masuk ke dalam tanah tidak menjadi air limpasan permukaan, sehingga tidak mengakibatkan banjir.
11 comments:
memang benar mas, kita harus coba untuk melestarikan hidup ini.
Tulisan yang bermanfaat
Artikelnya bagus
Bagus juga naskahnya
Cukup menarik
Isinya bagus dan berguna
Bagus juga isinya
Lumayan bagus
Terima Kasih untuk semuanya komentarnya
Not bad
semoga makin banyak yang tergerak untuk menanam pohon. amin
Post a Comment